Budidaya Gambas

  • 10 Jan 2019
  • 532
  • Admin

NB: Panduan ini merupakan teknik budidaya secara umum. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat atau dapat berkonsultasi dengan tim lapangan / PPL setempat

Share:

Pengolahan tanah

  1. Genangi lahan yang akan diolah dengan air selama satu malam
  2. Bajak tanah dengan kedalaman 25-30 cm dan dibiarkan selama 5-7 hari
  3. Buat bedengan dengan tinggi 30 cm, lebar bedengan ± 100 cm dan lebar parit ± 50 cm. Tinggi bedengan sesuaikan dengan kondisi tanah dan musimnya.

Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP)

  1. Pasang mulsa plastik hitam perak saat matahari terik agar bisa menutup permukaan bedengan dengan tepat, rapi dan kencang.
  2. Biarkan mulsa tertutup 3-5 hari sebelum dibuat lubang, tujuannya adalah agar pupuk dasar yang diberikan tidak menguap
  3. Pasang lanjaran (setinggi ± 175 cm) disekitar lubang tanam sebagai penopang tanaman gambas pada umur 7 HST atau sebelum tanaman muncul sulurnya

Persemaian benih gambas dilakukan melalui proses pemeraman, yaitu dengan melukai atau membuat lubang kecil pada benih, kemudian direndam selama 2-3 jam agar air dapat cepat meresap. Benih dibungkus dengan kain basah dan tunggu hingga muncul akar kecil putih. Segera tanam saat akar muncul (pemeraman ini bertujuan mempercepat proses perkecambahan dan memastikan benih tumbuh dengan baik).

  1. Penanaman dilakukan segera setelah muncul akar.
  2. Perhatikan saat penanaman, akar tidak boleh putus.
  3. Penanaman tidak terlalu dalam.
  1. Pemupukan dasar dilakukan saat tanaman berumur :
    • 0 HST : NPK (15:15:15) 20 gr/tan (diberikan 10 cm dari lubang tanam)
  2. Pemupukan susulan dilakukan saat tanaman berumur :
    • 14 HST : ZA 5 gr/tan, SP-36 5 gr/tan dan KCL 5 gr/tan
    • 28 HST : NPK 20 gr/tan
    • 42 HST : NPK 20 gr/tan
    • 56 HST : NPK 20 gr/tan

1. Pengikatan dan pewiwilan

Tujuan pengikatan : agar batang bisa tumbuh tegak dan tidak roboh

  • Pewiwilan dilakukan pada umur 20 – 35 HST
  • Pewiwilan dilakukan pada cabang samping sekitar 30 cm dari pangkal tanaman.
  • Pemangkasan juga dilakukan pada cabang tua atau tidak produktif dan cabang terkena penyakit.
  • Pemangkasan ini bertujuan untuk merangsang tumbuhnya tunas baru

2. Pengairan :

  • Umur tanaman 0-25 HST pengairan 1-2 kali seminggu
  • Umur tanaman 25-45 HST pengairan 1-2 kali seminggu
  • Umur tanaman 45 HST pengairan secukupnya

3. Pengendalian Hama Penyakit

Penyakit yang seringkali menyerang gambas adalah penyakit kuning keriting yang menyebabkan daun berwarna kuning dan keriting. Pengaruh penyakit ini, buah tidak bisa terbentuk sempurna, keriting dengan ukuran kecil dan kulit mengeras.
Pengendalian penyakit ini melalui pengendalian hama pembawanya yaitu, seperti kutu kebul, thrips, tungau. Pengendalian dimulai saat tanaman masih muda, yaitu umur satu minggu. Lakukan penyemprotan pada tanaman muda dengan bahan aktif imidakloprode dan abamektin.

Gambas dipanen pada umur ± 35-40 HST (tergantung jenis gambas, tipe panjang atau pendek).
Gambas dipanen setiap dua hari sekali (tergantung ukuran buah)

Buah dipanen dengan ukuran maksimum namun belum terlalu tua (kulit belum mengeras atau belum menebal)

Kemasan menggunakan karung, plastik bening atau kotak kayu.

Gambas mempunyai permukan kulit bersudut. Jika terkena benturan, kulit gambas mudah rusak pada bagian sudut tersebut. Pengemasan yang baik dan kuat, dapat mengurangi tingkat kerusakan buah.

Chat via WhatsApp