Budidaya Jagung Manis

  • 04 Feb 2019
  • 532
  • Admin

NB: Panduan ini merupakan teknik budidaya secara umum. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat atau dapat berkonsultasi dengan tim lapangan / PPL setempat

Share:

Olah tanah sebaik mungkin (bajak, garu, ratakan). Dianjurkan menambahkan pupuk organik / kompos sebanyak 10 ton/ha dan dicampurkan secara merata

Untuk mendapatkan kualitas jagung manis yang optimal, diharuskan melakukan isolasi jarak minimal 150 meter atau interval waktu minimal 15 HST dengan jagung biasa

Gunakan tanam anjuran 75 cm x 25 cm dengan 1 tanaman per lubang ke dalam lubang tugal kedalaman 3-4 cm dan tutup dengan tanah yang gembur

Pemupukan Dasar

  • Berikan pupuk majemuk NPK 15:15:15 dengan dosis 300 kg/ha
  • Letakkan pupuk ± 5 cm di samping lubang tugal.
  • Diberikan pada saat bersamaan dengan penanaman.

Pemupukan Susulan I

  • Lakukan pemupukan susulan pertama dengan UREA dosis 100 kg/ha pada umur 18-21 HST
  • Letakkan ± 10 cm disamping tanaman dan tutup dengan tanah
  • Selain melakukan pemupukan juga dilakukan penyiangan dan pembumbunan hingga akar semu tertutup oleh tanah.

Pemupukan Susulan II

  • Lakukan pemupukan susulan kedua dengna UREA dosis 100 kg/ha pada umur 35-40 HST
  • Letakkan ± 15 cm disamping tanaman dan tutup dengan tanah.
  1. Berikan pengairan lebih banyak pada saat pembungaan dan pengisian biji.
  2. Bebaskan tanaman dari gulma selam masa hidupnya sampai saat panen tiba.
  3. Lakukan penyiangan dan pembumbunan. Berikan pengairan secukupnya.

Panen dilakukan setelah biji jagung manis mencapai ukuran maksimal dan belum terbentuk pati, sekitar 65 HST. Panen dilakukan dengan memotong tongkol beserta kelobotnya

Chat via WhatsApp