Budidaya Mentimun

  • 06 Feb 2019
  • 444
  • Admin

NB: Panduan ini merupakan teknik budidaya secara umum. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat atau dapat berkonsultasi dengan tim lapangan / PPL setempat

Share:

Pengolahan tanah

  1. Genangi lahan yang akan diolah dengan air selama satu malam
  2. Bajak tanah dengan kedalaman 25-30 cm dan dibiarkan selama 5-7 hari
  3. Buat bedengan dengan tinggi 30 cm, lebar bedengan ± 100 cm dan lebar parit ± 50 cm. Tinggi bedengan sesuaikan dengan kondisi tanah dan musimnya.

Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP)

  1. Pasang mulsa plastik hitam perak saat matahari terik agar bisa menutup permukaan bedengan dengan tepat, rapi dan kencang.
  2. Biarkan mulsa tertutup 3-5 hari sebelum dibuat lubang, tujuannya adalah agar pupuk dasar yang diberikan tidak menguap
  3. Pasang lanjaran (setinggi ± 175 cm) disekitar lubang tanam sebagai penopang tanaman mentimun pada umur 3-7 HST atau sebelum tanaman muncul sulurnya
  1. Benih direndam dalam air hangat 2-4 jam
  2. Tata benih pada kertas merang yang sudah dibasahi dan dilipat
  3. Biarkan 2-3 hari sampai muncul calon akar
  4. Benih yang muncul calon akarnya disemaikan di polybag yang telah diisi dengan media tanah dicampur kompos
  1. Buat lubang tanam pada plastik mulsa dengan jarak tanam 60 x 50 m.
  2. Lubang diberikan nematisida dan fungisida terlebih dahulu. Bibit mentimun dipindah tanam apabila sudah muncul 2-3 daun sempurna atau berumur 7-10 hari setelah semai.
  3. Pemindahan tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari. Bibit mentimun ditanam sejajar tanah/mulsa kemudian dikocor fungisida.

Pupuk Dasar

  • Diberikan pada saat pengolahan tanah atau pembuatan bedengan dengan menambahkan pupuk kandang dosis 15 ton/ha, dolomit 0.5 kg/m2dan pupuk NPK 15:15:15 dengan dosis 5 gr/tanaman.

Pemupukan Susulan

  • Diberikan sebelum berbunga pada umur 14 HST dengan pupuk NPK (15:15:15) dosis 10 gr/tan dengan cara ditugalkan

1.Penyulaman :

  • Penyulaman dilakukan maksimal 10 hari setelah tanam (dilakukan bila bibit yang ditanam menunjukkan pertumbuhan yang tidak normal). Sebaiknya penyulaman dilakukan pada sore hari.

2. Penyiangan :

  • Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma pada lubang tanam dan parit antara dua bedengan. Pemakaian cangkul untuk menyiang dianjurkan tidak terlalu dalam agar akar tidak rusak dan putus.

3. Pengairan :

  • Umur tanaman 0-25 HST pengairan 1-2 kali seminggu
  • Umur tanaman 25-45 HST pengairan 1-2 kali seminggu
  • Umur tanaman 45 HST pengairan secukupnya
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengairan adalah pengairan tidak berlebihan cukup kapasitas lapang.
  • Tanaman yang kurang air menyebabkan berbentuk seperti botol/piala, sedangkan yang kelebihan air berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman

4. Pengendalian Hama Penyakit :

  • Dilakukan dalam rangka pencegahan maupun pada saat terserang hama atau penyakit. Lakukan penyemprotan pestisida sesuai hama atau penyakit yang menyerang sesuai dosis anjuran pada label pestisida. Apabila terserang penyakit yang disebabkan virus, segera cabut dan dibuang agar tidak menular pada tanaman sekitar.

5. Pewiwilan atau pemangkasan :

  • Pewiwilan dilakukan pada umur 10-15 HST. Untuk mentimun tipe rujak diwiwil pada ruas ke 1-5. Sedangkan untuk mentimun tipe lalab diwiwil pada ruas 1-4. Pemangkasan dilakukan pada daun tua yang terserang penyakit.

Ciri buah mentimun siap panen :

  • Umur panen sekitar 30-40 hari setelah tanam
  • Duri pada kulit buah mulai rontok
  • Bedak pada kulit buah mulai pudar

Panen & Pascapanen :

  • Mentimun dipotong dengan tangkai buahnya
  • Sortir buah yang normal dan tidak normal
  • Pengemasan menggunakan keranjang, plastik atau karung plastik

Chat via WhatsApp