Budidaya Semangka non Biji

  • 04 Feb 2019
  • 532
  • Admin

NB: Panduan ini merupakan teknik budidaya secara umum. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat atau dapat berkonsultasi dengan tim lapangan / PPL setempat

Share:

Pengolahan Lahan

  1. Lahan yang akan diolah digenangi air selama semalam
  2. Tanah dibajak dengan kedalaman 25-30 cm dan dbiarkan selama 5-7 hari
  3. Membuat bedengan dengan ketinggian 25-40 cm, lebar bedengan 50 cm dan lebar parit 300 cm. Tinggi bedengan disesuaikan dengan kondisi tanah dan musimnya.

Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP)

  1. Pasang mulsa hitam perak di saat panas matahari agar bisa menutup permukaan bedengan dengan tepat, rapi dan kencang
  2. Biarkan mulsa tertutup selama 3-5 hari sebelum dibuat lubang, supaya pupuk dasar yang diberikan tidak menguap

Perkecambahan

  1. Pemecahan kulit dengan pemotong kuku dilakukan pada semangka non biji
  2. Rendam benih dalam larutan ZPT yang dicampur dengan Fungisida
  3. Benih ditiriskan
  4. Tata rapi pada kertas merang dan dilipat/digulung
  5. Perkecambahan semangka berbiji dan tanpa biji sekitar 1-2 hari, pada suhu sekitar 30 oC

Media Semai

  1. Komposisi media pada polybag adalah tanah : pasir : pupuk kandang (1:1:1)
  2. Media masukkan dalam polibag ukuran 5 x 7 cm

Perawatan Bibit

  1. Setelah benih berkecambah lakukan penyiraman secara rutin setiap hari
  2. Jika ditemukan gejala penyakit rebah bibit (dumping off) yang ditandai dengan busuk kecoklatan di bagian pangkal batang dan rebah bibit, segera semprotkan fungisida berbahan aktif benomil.

Pemilihan Bibit

  1. Dipilih bibit dengan vigor yang kokoh.
  2. Pemberian fungisida dan bakterisida, dilarutkan dan dikocorkan pada bibit yang akan ditanam
  3. Bibit yang siap tanam sudah memiliki daun sejati dua helai (8-10hss).
  1. Buat lubang tanam dengan pelubang plastik pada mulsa dengan jarak tanam 50x 200 cm.
  2. Lubang diberikan nematisida dan fungisida terlebih dahulu. Bibit semangka dipindah tanam apabila sudah muncul
  3. Pemindahan tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari. Bibit semangka ditanam sejajar tanah/mulsa. Dikocor fungisida.

Pupuk Dasar

  • Diberikan pada saat pengolahan tanah atau pembuatan bedengan dengan menambahkan pupuk kandang dosis 15 ton/ha, dolomit 0.5 kg/m2dan pupuk NPK 15:15:15 dengan dosis 5 gr/tanaman.

Pemupukan Susulan

  • Diberikan sebelum berbunga pada umur 14 HST dengan pupuk NPK (15:15:15) dosis 10 gr/tan dengan cara ditugalkan

1. Penyulaman :

  • Penyulaman dilakukan 10 hari setelah tanam (dilakukan bila bibit yang ditanam menunjukkan pertumbuhan yang tidak normal). Sebaiknya penyulaman dilakukan pada sore hari.

2. Penyiangan :

  • Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma pada lubang tanam dan parit antara dua bedengan. Pemakaian cangkul untuk menyiang dianjurkan tidak terlalu dalam agar akar tidak rusak dan putus.

3. Pengendalian Hama Penyakit :

  • Dilakukan dalam rangka pencegahan maupun pada saat terserang hama atau penyakit. Lakukan penyemprotan pestisida sesuai hama atau penyakit yang menyerang sesuai dosis anjuran pada label pestisida. Apabila terserang penyakit yang disebabkan virus, segera cabut dan dibuang agar tidak menular pada tanaman sekitar.

4. Pengairan :

  • Tiga hari setelah tanam lakukan pengontrolan, jika terjadi kekeringan maka tanaman yang baru dipindah ke lahan harus segera diairi.
  • Musim kemarau pengairan dilakukan dua hari sekali sampai menjelang berbunga, atau sekitar 21 HST
  • Menjelang pembungaan atau sebelum bunga mekar perlu dilakukan penggenangan lahan setiap hari agar bunga tidak gugur.
  • Setelah memasuki proses pembungaan sebaiknya lahan tidak diairi agar pembentukan buah tidak terganggu dan buahnya tidak mudah pecah
  • Pada saat buah sebesar telur ayam perlu dilakukan pengairan, hal ini bertujuan untuk menjaga kelambaban lahan agar tetap stabil dan ukuran buah bisa optimal.
  • Setelah dilakukan seleksi buah, kelembaban lahan perlu dijaga sampai sekitar 23 hari dari bunga mekar. Fase ini merupakan fase pembentukan buah, apabila kekurangan air kulit buah akan mengeras, kemudian setelah diairi kembali buah akan banyak yang pecah dan membusuk.
  • Setelah 24 hari semenjak pembungaan, pengairan sedikit demi sedikit harus dikurangi. Hingga 10 hari menjelang panen pengairan dihentikan agar lahan kering dengan maksud untuk memperoleh kadar gula yang tinggi dalam buah semangka, serta memudahkan panen.

5. Pewiwilan atau pemangkasan :

  • Dilakukan saat tanaman umur 10-15 HST
  • Potong ujung/toping batang utama pada ruas ke 5/6
  • Pelihara 2 cabang samping (untuk selanjutnya menjadi cabang utama)
  • Buah dibesarkan pada ruas 10-15 (bulat) dan 13-21 (oblong) di kedua cabang samping tersebut

6. Penyerbukan 

  • Tujuan : 
    • Agar buah dapat terbentuk hal ini dikarenakan bunga jantan pada semangka tanpa biji steril.
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
    • Dilakukan pada umur sekitar 30 hst dan pada pagi hari antara jam 06.00 – 10.00
    • Bentuk bunga betina sempurna dan tidak cacat
    • Cara penyerbukan dengan mengumpulkan bunga jantan dari semangka berbiji dan mengawinkan bunga jantan semangka berbiji ke bunga betina

7. Seleksi buah : 

  • Seleksi dilakukan bila buah sudah sebesar bola pingpong. Pilih yang sehat dan normal pada umur 35-38 HST.

Waktu panen sekitar 60 HST dengan ciri tangkai buah mengering, sulur buah berubah warna dari hijau menjadi coklat, buah jika dipukul berbunyi berat dan nyaring. Buah dipetik bersama tangkai buahnya dengan menggunakan gunting atau pisau tajam

Chat via WhatsApp