Budidaya Tomat

  • 10 Jan 2019
  • 531
  • Admin

NB: Panduan ini merupakan teknik budidaya secara umum. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat atau dapat berkonsultasi dengan tim lapangan / PPL setempat

Share:

Pengolahan Lahan

  1. Lahan yang akan diolah digenangi air selama semalam
  2. Tanah dibajak dengan kedalaman 25-30 cm dan dbiarkan selama 5-7 hari
  3. Membuat bedengan dengan ketinggian 30-50 cm, lebar bedengan 100 cm dan lebar antar bedengan 50 cm. Tinggi bedengan disesuaikan dengan kondisi tanah dan musimnya.

 

Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP)

  1. Pasang mulsa hitam perak di saat panas matahari agar bisa menutup permukaan bedengan dengan tepat, rapi dan kencang
  2. Biarkan mulsa tertutup selama 3-5 hari sebelum dibuat lubang, supaya pupuk dasar yang diberikan tidak menguap
  3. Pasang lanjaran disekitar lubang tanam sebagai penopang tanaman tomat pada umur 10-25 HST.
  1. Benih direndam dalam air hangat 2-4 jam
  2. Tata benih pada kertas merang yang sudah dibasahi dan dilipat
  3. Biarkan 3-4 hari sampai muncul calon akar
  4. Benih yang muncul calon akarnya dimasukkan ke dalam polybag yang diisi media tanah yang telah dicampur dengan kompos
  1. Buat lubang tanam pada plastik mulsa dengan jarak tanam 60 x 50 cm.
  2. Bibit tomat dipindah tanam apabila sudah muncul 4-5 daun sempurna atau berumur 30-35 hari setelah semai
  3. Pemindahan tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari. Sebelum tanam, bedengan harus dibasahi

Pupuk Dasar

  • Diberikan pada saat pengolahan tanah atau pembuatan bedengan dengan menambahkan pupuk kandang dosis 20 ton/ha, dolomit 1 ton/ha dan pupuk NPK 15:15:15 dengan dosis 10 gr/tanaman.

Pemupukan Susulan

  • Diberikan sebelum berbunga pada umur 14 dan 28 HST dengan pupuk NPK (15:15:15) dosis 10 gr/tan dengan cara ditugalkan

Pemupukan Lanjutan

  • Diberikan pada umur 42, 56 dan 70 HST dengan NPK (15:15:15) dan KNO3 dosis 15 gr/tanaman dengan cara dikocor 1 minggu sekali.

1. Penyualaman

  • Penyulaman dilakukan 10 hari setelah tanam (dilakukan bila bibit yang ditanam menunjukkan pertumbuhan yang tidak normal). Sebaiknya penyulaman dilakukan pada sore hari.

2. Penyiangan

  • Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma pada lubang tanam dan parit antara dua bedengan. Pemakaian cangkul untuk menyiangi dianjurkan tidak terlalu dalam agar akar tidak rusak.

3. Pengikatan

  • Dilakukan terhadap batang utama dan cabang pada 30 HST

4. Pengendalian Hama Penyakit

  • Dilakukan dalam rangka pencegahan maupun pada saat terserang hama atau penyakit. Lakukan penyemprotan pestisida sesuai hama atau penyakit yang menyerang dengan dosis sesuai anjuran pada label pestisida. Apabila terserang penyakit yang disebabkan virus, segera cabut dan buang agar tidak menular pada tanaman sekitar.

Ciri-ciri buah tomat yang siap panen apabila kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan. Pemetikan buah hendaknya dilakukan di pagi atau sore hari supaya buah tidak cepat layu. Pemanenan bisa dilakukan 2-3 hari sekali

Chat via WhatsApp